Yordania Kitaأردنّنا
Mujaddara
Vegetarian · Lentil, nasi, dan bawang karamel

Mujaddara

Mujaddara membuktikan bahwa makanan sederhana bisa sangat memuaskan. Lentil cokelat dan nasi atau gandum pecah dimasak bersama hingga empuk, lalu ditutup setumpuk bawang bombai yang digoreng perlahan hingga gelap, manis, dan renyah. Hidangan ini menenangkan, murah, dan memang vegetarian, dan telah memberi makan keluarga-keluarga di kawasan ini selama berabad-abad.

Foto: AilinParsa · CC0

Asal-usul dan kisahnya

Lentil termasuk tanaman budi daya tertua di Timur Tengah, dan hidangan yang memadukan lentil dengan biji-bijian sudah disantap di kawasan ini sejak sangat lama. Resep yang mirip mujaddara muncul dalam buku masak Arab abad pertengahan, yang menunjukkan betapa dalam akarnya. Kini mujaddara menjadi hidangan bersama di seluruh negeri Syam dan sekitarnya, dengan banyak nama dan gaya lokal. Di Yordania, mujaddara adalah masakan rumahan yang akrab, dihargai karena bergizi, murah dibuat, dan cukup mengenyangkan untuk memberi makan keluarga besar dari satu panci.

Bahan dan cara membuatnya

Bahannya sederhana: lentil cokelat atau hijau, nasi atau gandum pecah kasar, bawang bombai, minyak zaitun atau minyak nabati lain, garam, dan sering kali jintan. Lentil direbus lebih dulu hingga setengah matang. Beras atau gandum pecah lalu ditambahkan bersama lebih banyak air dan bumbu, dan keduanya dimasak perlahan bersama hingga biji-bijiannya empuk dan airnya terserap.

Bawang bombai adalah mahkotanya. Bawang dalam jumlah banyak diiris tipis dan digoreng dalam minyak, perlahan dan sabar, hingga berwarna cokelat keemasan pekat, nyaris gelap. Sebagian bawang beserta minyaknya bisa diaduk ke dalam lentil untuk menambah rasa dan warna, sementara yang paling renyah disisihkan untuk taburan. Hidangan jadinya bercita rasa tanah dan gurih, dengan rasa manis dari bawang yang membuatnya jauh lebih nikmat daripada sekadar gabungan bahan-bahannya.

Cara dan waktu menyantapnya

Mujaddara biasanya disantap hangat atau pada suhu ruang, sehingga praktis untuk makan keluarga maupun dibawa sebagai bekal kerja atau sekolah. Hidangan ini hampir selalu disajikan dengan pendamping yang segar atau sejuk: yoghurt tawar, salad tomat dan mentimun cincang, salad kubis, lobak, daun bawang, atau acar. Perpaduan lentil yang lembut dan bercita rasa tanah dengan sesuatu yang segar dan renyah adalah bagian dari daya tariknya. Mujaddara adalah hidangan sehari-hari, bukan hidangan pesta, dan banyak keluarga memasaknya secara rutin sepanjang tahun.

Variasi dan tempat mencobanya di Yordania

Keluarga-keluarga terbagi antara yang lebih suka mujaddara dengan nasi dan yang lebih suka dengan gandum pecah, yang dikenal sebagai burghul, yang memberi tekstur lebih gurih seperti kacang dan lebih pedesaan. Di beberapa daerah, hidangan ini dimasak hingga lentilnya nyaris hancur menjadi bubur lembut, sedangkan di tempat lain biji-bijiannya tetap terpisah. Karena sangat bernuansa rumahan, mujaddara paling sering disantap di rumah-rumah Yordania, tetapi beberapa restoran tradisional dan restoran masakan rumahan di Amman dan kota-kota lain menyajikannya, terutama sebagai pilihan vegetarian.

Hidangan terkait

Mujaddara termasuk kelompok hidangan lentil dan biji-bijian yang bergizi. Shorbat adas, sup lentil yang lembut, adalah kerabat dekatnya dan favorit di musim dingin serta selama Ramadan. Untuk santapan vegetarian lain di Yordania, cobalah galayet bandora, falafel dan hummus, atau ful. Seperti maqluba, mujaddara adalah hidangan satu panci yang terasa makin nikmat dengan yoghurt dan salad segar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mujaddara terbuat dari apa?

Mujaddara terbuat dari lentil cokelat atau hijau yang dimasak bersama nasi atau gandum pecah, dibumbui garam dan sering kali jintan, lalu ditaburi bawang bombai yang digoreng perlahan hingga gelap dan renyah. Minyak untuk memasaknya biasanya minyak zaitun atau minyak nabati lain. Hidangan ini biasanya disajikan dengan yoghurt, salad, atau acar.

Apakah mujaddara vegan?

Ya, mujaddara sendiri vegan, karena hanya berisi lentil, biji-bijian, bawang bombai, minyak, dan rempah. Hidangan ini sering disajikan dengan yoghurt, yang merupakan produk susu, jadi jika Anda menghindari semua produk hewani, cukup minta disajikan dengan salad atau acar. Mujaddara adalah pilihan kaya protein bagi vegetarian dan vegan.

Apakah mujaddara sehat?

Mujaddara umumnya dianggap sebagai santapan bergizi. Lentil menyediakan protein nabati dan serat, sedangkan biji-bijian memberi energi, sehingga hidangan ini mengenyangkan. Bawang goreng menambah sedikit lemak, jadi jumlah minyak yang dipakai berpengaruh. Disajikan dengan salad atau yoghurt, mujaddara menjadi hidangan sehari-hari yang seimbang dan memuaskan.

Sebaiknya mujaddara dibuat dengan nasi atau bulgur?

Keduanya tradisional. Nasi memberi hasil yang lebih lembut dan ringan, sedangkan bulgur, atau gandum pecah, memberi tekstur yang lebih gurih seperti kacang dan lebih pedesaan. Selera berbeda antarkeluarga dan antardaerah, dan banyak rumah tangga Yordania membuat keduanya tergantung bahan yang ada di rumah. Tidak ada versi yang lebih benar daripada yang lain.