Yordania Kitaأردنّنا
Mulukhiyah
Masakan rumahan · Daun yute dengan bawang putih dan ketumbar

Mulukhiyah

Ketika pasar-pasar musim panas dipenuhi ikatan daun berwarna hijau tua, dapur-dapur di seluruh Yordania memulai pekerjaan panjang yang penuh kebersamaan: menyiapkan mulukhiyah. Daunnya dipetik dari batangnya dan dimasak dalam kaldu yang gurih dengan bawang putih dan ketumbar yang ditumis hingga mendesis, lalu disajikan di atas nasi dengan ayam atau daging dan perasan lemon yang segar.

Foto: Yosi I · CC BY 2.5

Asal-usul dan kisahnya

Mulukhiyah, yang juga ditulis mlukhiyeh atau molokhia, dibuat dari daun tanaman yute (jute mallow). Hidangan ini telah disantap di Mesir sejak sangat lama dan kini digemari di seluruh dunia Arab, dengan setiap daerah memasaknya secara berbeda. Di Yordania dan negeri Syam pada umumnya, daunnya sering dibiarkan utuh atau dicincang kasar, menghasilkan semur yang mengenyangkan dan bertekstur, bukan versi halus yang dicincang sangat lembut seperti yang umum di Mesir. Inilah hidangan dapur keluarga, yang erat kaitannya dengan musim panas, saat daun segar sedang musim.

Bahan dan cara membuatnya

Persiapannya sering diawali dengan seluruh keluarga duduk bersama memetik daun dari batangnya, lalu mencuci dan mengeringkannya. Sebagian juru masak memakainya segar, sementara yang lain mengeringkan atau membekukan dalam jumlah besar untuk dinikmati sepanjang musim dingin. Ayam atau daging domba direbus dengan bawang bombai dan rempah seperti kapulaga, daun salam, dan lada hitam untuk membuat kaldu yang gurih, lalu dagingnya disisihkan. Daun kering biasanya diremas dan direndam atau dibilas sebelum dimasak, sedangkan daun segar cukup dicuci.

Daun kemudian dimasak dalam kaldu hingga empuk. Cita rasa khasnya berasal dari langkah terakhir: bawang putih cincang yang banyak dan ketumbar bubuk atau segar ditumis cepat dalam minyak atau mentega jernih lalu diaduk ke dalam panci, melepaskan aroma yang luar biasa. Sebagian juru masak menambahkan sedikit air jeruk lemon atau cabai kering. Daun segar dan daun kering memberi hasil yang sedikit berbeda, dan banyak keluarga punya pendapat teguh tentang mana yang lebih baik.

Cara dan waktu menyantapnya

Mulukhiyah disajikan panas sebagai hidangan utama. Nasi, sering dimasak dengan bihun yang disangrai, diletakkan di piring terlebih dahulu, lalu semur disendokkan di atasnya, dengan potongan ayam atau daging di atas atau di sampingnya. Potongan lemon dan semangkuk kecil bawang bombai cincang yang direndam cuka atau air jeruk lemon adalah pendamping klasik yang menyeimbangkan gurihnya. Mulukhiyah adalah menu makan siang keluarga yang khas, terutama di musim panas, dan juga hidangan populer untuk menjamu tamu di rumah.

Variasi dan tempat mencobanya di Yordania

Perbedaan terbesar ada antara mulukhiyah daun utuh, yang umum di rumah-rumah Yordania, dan gaya cincang halus, yang lembut dan sedikit kental. Ayam adalah daging yang paling umum, tetapi domba dan sapi juga dipakai, dan sebagian keluarga memasak versi yang hanya memakai kaldu sayur. Daun kering memberi rasa yang lebih dalam dan pekat, sedangkan daun segar terasa lebih ringan. Karena pada dasarnya masakan rumahan, mulukhiyah paling mudah ditemukan di restoran tradisional dan restoran bergaya rumahan di Amman dan kota-kota lain, biasanya sebagai menu spesial harian atau mingguan.

Hidangan terkait

Mulukhiyah termasuk keluarga semur yang disajikan di atas nasi, yang menjadi tulang punggung masakan sehari-hari Yordania. Jika Anda menyukainya, cobalah maqluba, yang juga memadukan nasi, daging, dan sayuran, atau mujaddara, hidangan sederhana dari lentil dan nasi. Untuk sup yang menenangkan di bulan-bulan dingin, carilah shorbat adas, sup lentil lembut dengan lemon. Seperti mulukhiyah, inilah hidangan-hidangan yang mengiringi masa kecil kebanyakan orang Yordania di meja makan keluarga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu mulukhiyah?

Mulukhiyah adalah hidangan dari daun tanaman yute (jute mallow) yang dimasak dalam kaldu ayam atau daging dengan bawang putih dan ketumbar. Di Yordania, daunnya biasanya dibiarkan utuh atau dicincang kasar, sehingga menjadi semur yang mengenyangkan. Hidangan ini disajikan di atas nasi dengan potongan ayam atau daging, lemon, dan bawang bombai cincang dalam cuka.

Seperti apa rasa mulukhiyah?

Mulukhiyah memiliki rasa yang dalam, bercita rasa tanah, dan sedikit seperti rumput, sering dibandingkan dengan campuran bayam dan sayuran daun lainnya. Bawang putih dan ketumbar yang ditambahkan di akhir memberinya aroma yang kuat dan harum, sementara lemon menyegarkannya. Daunnya bisa bertekstur sedikit licin, yang lebih terasa pada versi yang dicincang halus.

Apakah mulukhiyah vegetarian?

Biasanya tidak. Mulukhiyah umumnya dimasak dalam kaldu ayam atau daging dan disajikan bersama dagingnya. Namun daunnya sendiri adalah sayuran, dan sebagian keluarga membuat versi vegetarian dengan kaldu sayur. Di restoran, anggap saja hidangan ini mengandung kaldu daging kecuali staf mengatakan sebaliknya.

Mengapa mulukhiyah berlendir?

Daun yute secara alami mengandung zat yang menjadi sedikit kental dan licin saat dimasak, mirip okra. Mencincang daun hingga halus memperkuat efek ini, karena itulah gaya yang halus terasa lebih licin. Mulukhiyah daun utuh ala Yordania umumnya tidak terlalu berlendir. Banyak orang menyukai tekstur ini, dan air jeruk lemon membantu menyeimbangkannya.