Yordania Kitaأردنّنا
Mansaf
Hidangan nasional · Domba, jameed, dan nasi

Mansaf

Mansaf adalah hidangan yang dipilih orang Yordania ketika suatu hari benar-benar istimewa. Daging domba empuk yang dimasak dalam saus yoghurt kering yang sedikit asam ditumpuk tinggi di atas nasi dan roti tipis, ditaburi kacang keemasan, lalu diletakkan di atas satu nampan besar untuk disantap bersama. Disuguhi mansaf berarti dihormati sebagai tamu.

Asal-usul dan makna

Mansaf lahir dari kehidupan Badui dan pedesaan di tanah sebelah timur Sungai Yordan, tempat keluarga penggembala hidup dari domba dan kambing mereka. Daging, susu, dan biji-bijian adalah bahan makanan yang tersedia, dan mansaf memadukan ketiganya. Versi yang lebih tua disajikan di atas roti atau gandum pecah; nasi baru menjadi alas yang lazim pada abad kedua puluh, seiring beras makin mudah didapat. Lama-kelamaan hidangan ini menjadi simbol bersama seluruh negeri dan kini secara luas dianggap sebagai hidangan nasional Yordania.

Makna mansaf jauh melampaui rasanya. Menyiapkannya butuh waktu, biaya, dan ketelatenan, sehingga menyajikannya berarti menyatakan bahwa seorang tamu atau suatu acara layak mendapat yang terbaik dari sebuah keluarga. Mansaf adalah santapan pernikahan, wisuda, penyambutan kepulangan, dan hari raya keagamaan, dan juga disajikan ketika keluarga berkumpul untuk menyelesaikan perselisihan atau menyampaikan belasungkawa. Banyak orang Yordania mengatakan bahwa perayaan tanpa mansaf terasa belum lengkap.

Bahan dan cara membuatnya

Inti mansaf adalah jameed, yoghurt yang disaring, diasinkan, dan dikeringkan menjadi bola-bola putih yang keras. Jameed direndam lalu dihancurkan, sering dengan tangan atau blender, hingga menjadi cairan yang halus. Potongan daging domba bertulang, biasanya dari bagian bahu atau paha, terlebih dahulu direbus dan dibuang buihnya, lalu dimasak perlahan dalam jameed hingga dagingnya empuk dan sausnya kental serta sedikit asam. Saus harus diaduk dengan sabar, karena bisa pecah jika mendidih terlalu kuat.

Sementara daging dimasak, nasi disiapkan dengan samn, sejenis mentega yang dijernihkan, dan sering diberi warna kuning pucat dengan kunyit. Untuk menyajikannya, nampan bundar besar dilapisi lembaran shrak, roti pipih setipis kertas, lalu dibasahi dengan sedikit saus. Nasi diletakkan di atasnya, kemudian daging domba, dan terakhir taburan almon panggang atau kacang pinus, terkadang juga peterseli cincang. Saus panas tambahan disajikan dalam mangkuk di sampingnya.

Cara dan waktu menyantapnya

Secara tradisional, para tamu berdiri atau duduk mengelilingi nampan dan makan hanya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri diletakkan di belakang punggung. Mereka mengambil sedikit nasi dan daging, menekannya perlahan dengan jari hingga membentuk bola, dan menuangkan lebih banyak saus jameed ke bagian nampan mereka sambil makan. Tuan rumah sering menyobek potongan daging terbaik dan meletakkannya di depan tamu. Kini sendok selalu boleh digunakan, dan banyak keluarga juga menyajikan mansaf di piring masing-masing.

Mansaf lebih sering menjadi santapan siang daripada makan malam, dan rasanya kaya, sehingga biasanya disusul buah, teh manis, atau kopi Arab yang pahit. Mengucapkan 'Daymeh' kepada tuan rumah setelah makan, yang berarti semoga kemurahan hatinya selalu berlanjut, adalah ungkapan sopan yang disambut dengan hangat. Tuan rumah biasanya membalas dengan 'Sahtein', yang berarti 'semoga sehat'. Tuan rumah kerap mendesak tamu untuk makan lebih banyak, jadi sebaiknya makan dengan perlahan.

Variasi daerah dan tempat mencobanya

Keluarga-keluarga di seluruh Yordania senang berdebat tentang mansaf terbaik. Kota Karak di selatan sangat terkenal dengan jameed-nya, sementara daerah lain punya selera sendiri soal kekentalan saus atau pilihan kacangnya. Sebagian rumah tangga membuat versi yang lebih ringan dengan ayam sebagai pengganti domba, dan yang lain memasak dagingnya dalam yoghurt segar yang dimasak, bukan jameed. Pengunjung bisa menemukan mansaf di restoran tradisional di Amman, Karak, Madaba, dan Salt, sering kali pada hari Jumat, serta di banyak perkemahan Badui jika dipesan terlebih dahulu.

Hidangan terkait

Jika Anda menyukai mansaf, carilah hidangan lain yang dibuat dari bahan yang sama. Shrak, roti tipis yang dihamparkan di bawah nasi, layak dicicipi selagi segar dari saj. Jameed sendiri muncul dalam masakan rumahan yang lebih sederhana seperti rashouf, sup kental dari lentil atau biji-bijian. Untuk hidangan perayaan lain yang disajikan di atas piring besar bersama, cobalah maqluba, hidangan nasi berlapis yang dibalik di meja makan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mansaf terbuat dari apa?

Mansaf terbuat dari daging domba yang dimasak dalam saus jameed, yaitu yoghurt kering dan asin yang dicairkan kembali. Daging dan sausnya disajikan di atas nasi yang dimasak dengan mentega jernih, beralaskan roti shrak yang tipis, dan ditaburi almon panggang atau kacang pinus. Beberapa versi memakai ayam sebagai pengganti domba, tetapi domba adalah pilihan tradisionalnya.

Bagaimana cara tradisional menyantap mansaf?

Mansaf secara tradisional disantap dari nampan bersama dengan tangan kanan. Anda mengambil sedikit nasi dan daging, menekannya dengan jari menjadi bola yang tidak terlalu padat, lalu memakannya sambil menambahkan saus jameed. Tangan kiri tidak digunakan. Sendok dan piring kini sepenuhnya bisa diterima, dan tuan rumah tidak pernah mengharapkan pengunjung menguasai tekniknya.

Apakah mansaf pedas?

Tidak, mansaf tidak pedas. Rasa utamanya adalah gurih, asin, dan sedikit asam dari saus jameed, diimbangi daging domba yang empuk, nasi bermentega, dan kacang panggang. Juru masak mungkin menambahkan rempah lembut seperti kapulaga atau daun salam saat daging direbus, tetapi tidak ada rasa pedas cabai. Yang merasa sausnya terlalu asam cukup menuangkan lebih sedikit.

Apakah mansaf halal?

Ya. Di Yordania, mansaf dibuat dengan daging domba atau ayam yang halal, sama seperti hidangan daging lain yang disajikan di negara ini. Hidangan ini tidak mengandung babi maupun alkohol. Namun mansaf mengandung produk susu, karena sausnya terbuat dari yoghurt dan nasinya dimasak dengan mentega jernih, sehingga tidak cocok bagi orang yang menghindari produk susu.

Mengapa mansaf menjadi hidangan nasional Yordania?

Mansaf mencerminkan tradisi Badui dan pedesaan yang membentuk masyarakat Yordania, dengan memanfaatkan daging dan susu dari keluarga penggembala. Hidangan ini disajikan pada momen-momen terpenting dalam hidup, dari pernikahan hingga perdamaian, dan menyantapnya dari satu nampan mencerminkan kemurahan hati, kesetaraan, dan rasa hormat. Karena begitu erat kaitannya dengan keramahtamahan dan kehormatan, mansaf menjadi simbol bagi seluruh negeri.